SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI 5: SEJARAH AI – AI dan KOGNISI MANUSIA – AI dan SISTEM PAKAR

A. Pengertian dan Sejarah Dari Artificial Intelligence (AI)

AI mempelajari bagaimana membuat komputer melakukan sesuatu pada suatu kejadian atau peristiwa yang mana orang melakukannya dengan baik.

1. Pengertian AI

• Definisi AI : merupakan proses di mana peralatan mekanik dapat melaksanakan kejadian-kejadian dengan menggunakan pemikiran atau kecerdasan seperti manusia.

Pengertian AI dapat ditinjau dari dua pendekatan :
1) Pendekatan Ilmiah (A Scientific Approach)
Pendekatan dasar ilmiah timbul sebelum invansi ke komputer, ini tidak sama dengan kasus mesin uap. Pendekatan ilmiah melihat batas sementara dari komputer, dan dapat diatasi dengan perkembangan teknologi lanjutan. Mereka tidak mengakibatkan tingkatan pada konsep.

2) Pendekatan Teknik (An Engineering Approach)
Usaha untuk menghindari definisi AI, tetapi ingin mengatasi atau memecahkan persoalan-persoalan dunia nyata (real world problem).

• Awalnya komputer difungsikan sebagai alat hitung.

• Seiring dengan perkembangan jaman, komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia.

• Manusia bisa pandai menyelesaikan masalah karena mempunyai pengetahuan, penalaran dan pengalaman.

• Agar komputer bisa bertindak seperti dan sebaik manusia, maka komputer harus diberi bekal pengetahuan dan mempunyai kemampuan menalar.

• AI merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.

• System yang dapat berperilaku seperti manusia.

• System yang dapat berfikir seperti manusia.

• System yang dapat berfikir secara rasional.

• System yang dapat bertindak secara rasional.

# Mengapa mempelajari AI? Karena;

• AI mempunyai suatu kekuatan alami antar cabang ilmu, AI adalah bagian ilmu teknik dari Cognitive Science. Cognitive Science adalah suatu perpaduan ilmu filsafat, ilmu liguistik dan ilmu fisikologi.

• AI memperlakukan representasi pengetahuan dan manipulasinya.

• Pengetahuan (knowledge) adalah pusat dari semua ilmu teknik dan AI adalah pusat dari semua ilmu teknik.

• Alasan penting lainnya adalah penelitian AI diharapkan menemukan atau membongkar bentuk krisis besar dalam waktunya. Krisis dibuat oleh interaksi dari teknologi, ilmiah (science) dan filsafat.

• Program Intelligent: program yang mampu menyimpan kenyataan (facts) dan proposisi dan hubungannya yang beralasan.

2. Sejarah AI

Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.

Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.

Tahun 1950-an, Alan Turing mengusulkan tes untuk melihat bisa atau tidaknya mesin memberikan respon terhadap serangkaian pertanyaan (agar mesin dapat dikatakan cerdas).

Istilah “Artificial Intelligence” dimunculkan oleh John McCarthy (MIT), tahun 1956 pada Dartmouth Conference. Dalam konferensi itu juga didefinisikan tujuan AI, yaitu mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir masunia dan mendesain mesin agar dapat menirukan kelakukan manusia tersebut.

Beberapa program AI periode 1956-1966 :
• Logic Theorist, untuk pembuktian teorema matematik
• Sad Sam (oleh Robert K.Lindsay, 1960), program yang dapat mengetahui kalimat sederhana dalam bahasa Inggris dan memberikan jawaban dari fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
• ELIZA (Joseph Weizenbaum, 1967), program untuk terapi pasien dengan memberikan jawaban.
Awal pekerjaan dipusatkan pada seperti game playing (misalnya: audio dengan kecerdasan dan permainan catur (chess player), pembuktian teorema (theorem proving) pada Tugas-tugas formal (Formal Tasks).

Samual (1963) menulis sebuah program yang diberi nama check-er-playing program, yang tidak hanya untuk bermain game, tetapi digunakan juga pengalamannya pada permainan untuk mendukung kemampuan sebelumnya.

Catur juga diterima, karena banyak sekali perhatian terhadap permaianan catur yang merupakan permainan yang lengkap atau kompleks, program catur di sini situasinya harus jelas dan rule atau ketentuannya harus seperti dunia nyata. Kandidat AI harus mampu menangani masalah-masalah yang sulit.

Logic theorist diawal percobaan untuk membuktikan teorema matematika. Ia mampu membuktikan beberapa teorema dari bab 1 Prinsip Matematika Whiteheat dan Russell.

Theorema Gelernter (1963) membuktikan pencarian area yang lain dari matematika yaitu geometri.
Pada tahun 1963, pemecahan masalah umum menggunakan object, pembuktian dengan atraksi (eksternal).

Dari awal pekerjaan AI ini memindahkan lebih khusus tugas yang sering berguna antara lain:
a. Tugas biasa atau keduniaan (Mundane Tasks)
• Persepsi : vision, speech
• Natural Language : understanding, generation, translation
• Commonsence Reasoning (pertimbangan berdasarkan pikiran sehat) : robot control

b. Tugas Formil (Formal Tasks)
• Games : chess, checkers
• Matematics : geometri, logic, proving properties of programs

c. Tugas Ahli (Expert Tasks)

• Teknik : Design, Fault Diagnosis, Planning
• Scientific Analysis
• Medical : Diagnosis & Theraphy.

B. Artificial Intelligence (AI) dan Kognisi Manusia
1. Definisi
Artificial Intelligence (kecerdasan buatan), komputer dan program-programnya yang menakjubkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup manusia.

Kecerdasan buatan, cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer (hardware) dan program-program komputer (software) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia.

Kecerdasan buatan mencakup hasil dari produk komputer yang dinilai cerdas jika dihasilkan oleh manusia.

Inteligensi adalah kemampuan untuk memperoleh, memanggil kembali (recall), dan menggunakan pengetahuan untuk memahami konsep-konsep abstrak maupun konkret dan hubungan antara objek dan ide, serta menerapkan pengetahuan secara tepat.

Nickerson, Perkins & Smith (1985), beberapa kemampuan yang mempresentasikan inteligensi manusia:
a. Kemampuan mengklasifikasikan pola
b. Kemampuan memodifikasi perilaku secara adaptif
c. Kemampuan berpikir secara deduktif
d. Kemampuan berpikir secara induktif (generalisasi)
e. Kemampuan mengembangkan dan menggunakan model konseptual
f. Kemampuan memahami atau mengerti

2. AI dan Kognisi Manusia 

Image

• Orang-orang yang fanatik AI  mesin mampu meniru kognisi manusia secara persis, proses intelektual tinggi mampu ditampilkan oleh sebuah mesin.

• Orang-orang yang menganggap AI sebagai konsep intelektual yang korup dan meyakini bahwa orang yang yakin atas keberadaan mesin berpikir adalah pemuja yang materialistis.

• Dikotomi John Searle (1980)  membedakan AI yang kuat, menunjukkan bahwa pemograman yang sesuai dapat menciptakan pikiran yang mampu memahami dan AI yang lemah, yang menekankan nilai-nilai heuristik dalam pembelajaran kognisi manusia.

• Tes Turing (1950)  rumus: memutuskan apakah makhluk tersebut manusia atau bukan. Hasil: untuk membuat komputer bisa membuat kita menganggapnya sebagai manusia, komputer harus mampu mengerti dan menyusun tanggapan yang meniru secara efektif sebuah bentuk kognisi yang penting.

• Ruang Cina
Untuk mengilustrasikan pandangan tentang AI kuat yang mulai tidak bisa dipertahankan, yaitu dengan menempatkan orang dalam ruangan yang dibatasi oleh tulisan tulisan cina.

Menurut Lenat dan Feigenbaum (1992), terdapat tujuan AI yaitu memahami kognisi manusia, mencoba untuk mendapatkan pengetahuan ingatan manusia yang mendalam, kemampuan problem solving, belajar, membuat keputusan, dll.

3. Artificial Intelligence (AI) dan Sistem Pakar

Sistem Pakar sebagai bagian Artificial Intelligence (AI) definisi yang populer dari AI adalah bahwa AI menjadikan komputer berakting dan bergaya seperti halnya para artis berakting di bioskop. Dan untuk saat ini banyak permasalahan dunia nyata yang diselesaikan dengan menggunakan AI dan banyak juga aplikasinya yang dikomersilkan (Muhammad Ahrami : 2005 : 1).

Sistem pakar adalah salah satu cabang dari AI yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah. Seorang pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Ketika sistem pakar dikembangkan pertama kali sekitar tahun 70-an sistem pakar hanya berisi knowledge. Namun demikian sekarang ini istilah sistem pakar sudah di gunakan untuk berbagai macam sistem yang menggunakan teknologi sistem pakar itu.

Teknologi sistem pakar ini meliputi bahasa sistem pakar, program dan perangkat keras yang dirancang untuk membantu pengembangan dan pembuatan sistem pakar.

Image

Gambar: Ruang lingkup kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)

Secara umum, sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dalam hal ini, robot adalah sesuatu yang sangat umum dibuat oleh para sistem pakar untuk memudahkan sesuatu pekerjaan dalam hal tertentu.

Secara teori sangatlah gampang untuk berandai-andai membuat sesuatu yang dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah.

# Eliza, Parry, dan NETtalk
Menanggapi tantangan yang muncul dari Tes Turing.

1. Eliza
Joseph Weizenbaum (1966)
Program komputer yang mampu berkomunikasi; berperan sebagai psikiater. Kekurangan Eliza: tidak adanya pengertian.
2. Parry
Colby, dkk (1972) mensimulasi pasien yang paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memanga ada, perbedaan respon psikotis dan respon normalnya cukup hebat, dan mereka bisa menggunakan penilaian dari seorang ahli untuk mengecek keakuratan dari kemampuan pemisahan antara respon simulasi komputer dan respon manusia.
3. NETtalk
Program yang berdasarkan jaring-jaring neuron. Dikembangkan oleh Terry Sejnowski: jaringan neural berisi lapisan tersembunyi yang berkorespondensi dengan interneuron.

Image

SUMBER

https://webdosen.budiluhur.ac.id/dosen/930011/Kuliah/buku_AI.PDF

journal.mercubuana.ac.id/data/1a-AI.doc

http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:I5YLuR4sv2YJ:kk.mercubuana.ac.id/files/61067-14-518636292419.doc+AI+dan+Kognisi+Manusia&cd=5&hl=en&ct=clnk

http://elista.akprind.ac.id/upload/files/7912_02-pertemuan2.pdf

http://bahankuliah2010.files.wordpress.com/2010/11/psikologi-kognitif-3.ppt

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesis/Bab2/2010-2-00216-IF%20BAB%202.pdf

http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/media-convergence/12-response-paper-ptk-2012/385-artifical-intelligence-sudah-siapkah-anda

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:E50h5ZKcZR0J:freshtea.files.wordpress.com/2009/10/1-konsep-dasar-ai.pptx+AI+dan+Kognisi+Manusia&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESgv_tLg2ySSIY81XhoQfA1eoWZdOOMNfAVisIwJdT9-QkmezZ1xZFvNAz56Bjz5n4YvzqfoSPtZdr9V_-iZm59lzCnq1zo5KxpXeuNGgZhEwG1bfz57XZ2HK-GjcJDxFZal0rXn&sig=AHIEtbRVbFzU4MNQzpmBNQs6H8jKsGU1Zg

https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:BqFE_2Q-yVAJ:sitialiyah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8931/Minggu%2B14.ppt+AI+dan+sistem+pakar&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESivojIsVEOsmRlbl4qQYlXbK517CCbMipT2UZCmgwNDnCh1opR6HtVc6RaotV6D0oNXAuYUbU3W4KoCSGZCbhtmyhLuXZmsPl_et7Zy9fKaveImbtbT8CP7zsOw2InduulC9uaO&sig=AHIEtbQGiPuJzWvHoOuQVVX8muarjeSDJA

http://cheeoche.blogspot.com/2010/10/artificial-intelligence-sistem-pakar.html

http://irvannurhuda.wordpress.com/category/kecerdasan-buatan/sistem-pakar/

http://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/fti1/article/download/76/71

Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK Volume XIII, No.2, Juli 2008 : 115-124

Rich, Elaine, and Knight, Kevin, “Artificial Intelligence”, Second Edition, page 3, McGraw-Hill Inc., 1991

Charniack, Eugene and McDermott, Drew, “Introduction To Artificial Intelligence”, page 1, McGraw-Hill Inc., 1985.

JUNI ASRI DITHA

11509701

4PA05

Published in: Uncategorized on 26 October 2012 at 5:55 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://juniditha.wordpress.com/2012/10/26/sistem-informasi-psikologi-5-sejarah-ai-ai-dan-kognisi-manusia-ai-dan-sistem-pakar/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: